Mengenal Sejarah Dan Tradisi Cincin Berlian Tunangan Di Seluruh Dunia

Sejarah dan Tradisi Cincin Berlian

Mungkin sebagian besar dari Anda masih banyak yang bertanya, apa perbedaan antara cincin kawin dan cincin tunangan. Namun perbedaan yang paling terlihat jelas terlihat adalah bahwa cincin tunangan hanya disematkan di jari manis sang wanita.  Lantas apakah cocok dipakai oleh pria?

Sejarah Dan Tradisi Cincin Berlian

the-graff-pink-whizliz-cincin-berlian

Sejarah dan Tradisi Cincin Berlian dimulai dan diketahui bahwa ternyata tradisi pemberian cincin sebagai tanda pertunangan sudah dilakukan sejak zaman Mesir kuno. Namun, pada masa itu, cincin pertunangan justru dikenakan tidak hanya pada jari perempuan, melainkan juga pada jari laki-laki.

Akan tetapi cincin pertunangan pada saat itu bukan hanya sebagai lambang cinta dan cinta kasih saja, namun juga sebagai lambang kekayaan yang dimiliki oleh sang pemilik cincin. Jadi dengan kata lain, pada masa itu laki-laki ataupun perempuan yang bertukar cincin tunangan tidak hanya sebagai lambang pengikat cinta mereka, namun juga sebagai lambang pertukaran harta dari keduanya.

Zaman Yunani Kuno

Sejarah Dan Tradisi Cincin Berlian lainnya, tepatnya pada masa Yunani kuno, tradisi cincin pertunangan dilakukan oleh pasangan yang akan segera menikah secepatnya. Uniknya pada masa ini, cincin tunangan yang ditukar harus berupa emas murni sebagai lambang kesungguhan sang pria demi menikahi pasangannya.

Baca Juga : 7 Lokasi Penambangan Emas di Indonesia

Zaman Romawi kuno

Beralih ke era setelahnya yakni zaman Romawi kuno, tradisi cincin tunangan ini tidak hanya dilakukan oleh pasangan yang ingin menikah semata, melainkan juga dilakukan oleh orangtua pasangan mereka. Bahkan, saat memasuki abad ke-11, sebagian gereja di negara-negara Barat telah memberikan sebuah pengumunan tentang pentingnya pertukaran cincin tunangan.

Hingga pada akhirnya, ketika memasuki pertengahan abad ke -16, tradisi bertukar cincin telah menjadi sebuah bagian atau tradisi resmi dalam setiap upacara tunangan maupun pernikahan. Dan di masa ini juga ditetapkan oleh Gereja Katolik, bahwa untuk cincin pertunangan, hanya wanita saja yang pantas untuk memakainya.

Era modern

Tradisi cincin pada saat bertunangan pun masih terus dilakukan hingga saat ini. namun yang menjadi perbedaannya adalah, di masa modern ini cincin pertunangan kebanyakan menggunakan batu berlian sebagai hiasannya.

Setidaknya, tradisi menggunakan mata berlian pada cincin tunangan dimulai sekitar tahun 1930an. Dimana pada saat itu, sebuah perusahaan produsen berlian membuat sebuah iklan untuk mempromosikan penggunaan cincin berlian untuk tunangan atau pernikahan.

Sejak saat itulah, berlian pun kerap dkaitkan sebagai lambang cinta kasih yang abadi dan kesetiaan pasangan. Maka tak heran jika hingga saat ini banyak cincin tunangan yang menggunakan berlian dengan berbagai bentuk dan warna.

 

Itulah tadi informasi singkat mengenai tradisi cincin tunangan. Apakah Anda tertarik untuk memberikan sebuah cincin berlian yang Indah bagi pasangan Anda?

 

Temukan berbagai macam koleksi perhiasan cincin berlian terbaru, yang cocok untuk digunakan dalam momen indah pertunangan ataupun pernikahan Anda hanya di Whizliz. Disini, Anda bisa berbelanja perhiasan secara online tanpa repot, kualitas terbaik,  serta keamanan yang telah terjamin.

Segera kunjungi www.whizliz.com sekarang juga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − four =